Risale-i Nur Külliyatı [email protected]

Risalah Kedelapan

1 dilihat
323

Benih Kilau Petunjuk Alquran

{(Catatan-213): Risalah ini pertama kali dicetak oleh penerbit al-Awqāf, Istambul tahun1340 H (1922M).}

Ketahuilah! Risalah ini merupakan dialog dengan nafsu ammārah yang riya serta salah satu resapan dari tetesan. Kukira aku mendapat ijin untuk menerbitkannya. Pasalnya, ada banyak kebutuhan untuk mendapatkan solusi pada setiap lambang sepanjang tidak ditulis. Ketika dituliskan, maka kebutuhan itupun hilang. Hanya saja, masih tersisa keinginan untuk mendiskusikan selama belum diterbitkan. Nah, ketika diterbitkan keinginan tersebut hilang dan hati menjadi tenang. Hal itu menunjukkan bahwa ia bukan hanya untuk diriku, tetapi juga untuk orang lain. Karena itu, aku memberanikan diri untuk menerbitkannya. Mudah-mudahan isinya memberikan manfaat bagi sebagian orang insya Allah. Keragaman lambang dan simbol yang ada bisa dimanfaatkan oleh banyak orang. Sesuatu yang tidak bisa digapai semuanya, tidak boleh ditinggalkan semuanya. Untuk menghindari kesan mengada-ada, kubiarkan lintasan pikiran ini keluar apa adanya seperti ketika pertama kali terlintas dalam kalbu. Hanya Allah yang memberikan petunjuk.

324

Bismillāhirrahmānirrahīm

Wahai Pemilik kerajaan dan segala pujian, limpahkan salawat dan salam kepada junjungan manusia yang Kau panggil dengan ungkapan, "Wahai Nabi,"

{(Catatan-214): Q.S. al-Anfāl: 64.}

lalu beliau menjawab, "Kusambut panggilan-Mu." Hal ini didengar oleh malaikat yang berada di langit yang tinggi. Lalu Engkau berkata, "Berikan kabar gembira dan peringatan!" Maka, beliau menyeru, "Wahai manusia, sembahlah Tuhanmu!" Di mana hal ini didengar sepanjang zaman dan tempat. Beliau menjadi sosok yang memberikan kabar gembira dan peringatan,

{(Catatan-215): Q.S. al-Baqarah: 119.}

di sepanjang pentas. Beliau menyaksikan sehingga bersaksi dengan menyeru kepada seluruh generasi manusia di seluruh waktu dan tempat. Beliau memperdengarkan sehingga gema suara beliau terdengar dengan suara keras. Beliau telah memenuhi dunia dengan panggilan Alquran dengan segala kekuatannya. Beliau menguasai separuh bumi dengan penuh kesungguhan lewat bukti perjalanan hidupnya, dengan keyakinan kuatnya lewat bukti kezuhudannya di dunia, dengan ketenangannya yang luar biasa lewat bukti kekuatan hukum dan rambunya, serta dengan kesempurnaan imannya lewat bukti keadaan beliau sebagai sosok yang paling mengabdi dan paling bertakwa daripada yang lain.

Ketahuilah! Wahai nafsu yang bodoh! Pintu-pintu yang terbuka yang menatap kepada Allah sebanyak tingkatan dan lembaran alam serta sebanyak komposisi yang naik dan turun. Betapa bodoh jika satu pintu tertutup di hadapanmu, lalu engkau menyangka semua pintu tertutup. Engkau seperti orang yang jika tidak melihat atau tidak mengetahui adanya satu pasukan berkuda pada satu wilayah padahal masih banyak pasukan dan pembantu raja yang lain, lalu langsung mengingkari keberadaan raja seraya menakwil semua syiar dan rambunya.

Ketahuilah! Dalil bahwa alam batin bisa lebih merasa, lebih hidup, lebih indah, lebih mengetahui, lebih sempurna, dan lebih

325

lembut daripada alam lahiriah, sementara kehidupan, perasaan, dan kesempurnaan yang terdapat pada alam lahiri hanya ciptaan dari alam batin adalah kondisi perutmu yang lebih teratur daripada rumahmu, kulitmu yang lebih terajut secara rapi daripada bajumu, ingatanmu yang terlukis secara lebih sempurna daripada bukumu. Dari sini engkau bisa menilai kondisi alam kerajaan, alam malakut, alam nyata, alam gaib, alam dunia dan akhirat. Sungguh malang jiwa manusia. Nafsu ammarah yang melihat dengan pandangan hawa nafsu melihat alam lahir justru lebih hidup, menyenangkan, dan terhampar ketimbang alam batin yang dianggap mati, dalam, gelap, dan menyeramkan.

Ketahuilah bahwa wajahmu berisi tanda-tanda pembeda sebanyak jumlah manusia di masa lalu dan masa mendatang. Bahkan andaikan jumlahnya tak terhingga tentu engkau akan menemukan perbedaan dengan setiap orang yang kau jumpai meski dalam sejumlah sisi sama. Seolah-olah kesatuan terwujud dari wajahmu pada banyak hal yang tak terhingga. Kesamaan pada organ-organ fundamental manusia dan hewan secara jelas menunjukkan bahwa Penciptanya satu dan esa. Sementara, perbedaan pada sejumlah hal secara teratur menunjukkan bahwa Sang Pencipta Maha Memilih dan Bijaksana.

Rahasia ini menjadi semakin jelas dengan melihat kepada setiap individu. Di antara sesuatu yang paling mustahil dan batil adalah bahwa perbedaan yang bijak, berbuah, dan bermanfaat itu terjadi tanpa ada tujuan, pilihan, dan kehendak, dan pengetahuan dari Tuhan.

Mahasuci Zat yang memasukkan dan menuliskan sesuatu yang tak terhingga ke dalam permukaan wajah di mana ia dapat dilihat oleh mata, namun tidak dapat dijangkau oleh akal manusia. Ya. Ia bisa dibaca dengan penglihatan secara jelas, rinci, tetapi tidak dilihat dengan akal. Ia sesuatu yang diketahui secara jelas, tidak dijangkau oleh akal, dan dapat disaksikan. Karena itu, mustahil perbedaan yang tertata secara rapi pada manusia, serta kesamaan yang setara pada benda seperti gandum, anggur, lebah, semut, dan ikan terjadi secara kebetulan. Semua itu sangat salah. Namun, ia adalah kreasi Zat Yang Maha Mendengar,

326

Melihat, Mengetahui, dan Bijaksana.

Apabila hal-hal semacam ini saja demikian diperhatikan dan tidak diabaikan, namun terlindungi dari proses kebetulan sehingga ia menjadi wilayah tujuan Zat Yang Mahabijak, pilihan Zat Yang Maha Mengetahui, serta kehendak Zat Yang Maha Mendengar dan Melihat, maka tidak ada tempat bagi proses kebetulan dalam kerajaan Allah. Hendaknya engkau pergi bersama saudaramu yang berupa alam materi, dan ayahmu yang berupa kemusyrikan, menuju neraka, ketiadaan dan kefanaan, bahkan ketidakmungkinan. Ayat yang berbunyi, "DI antara tanda kekuasaan-Nya, penciptaan langit dan bumi serta perbedaan bahasa dan warna kulit kalian,"

{(Catatan-216): Q.S. ar-Rūm: 22.}

adalah petunjuk tentang tingkatan manifestasi hikmah yang pertama hingga yang terakhir.

Ketahuilah! Di antara bisikan setan adalah perkataannya bahwa andaikan sapi merupakan milik dan lukisan Zat Yang Mahakuasa, Azali, dan Maha Mengetahui tentu ia tidak sehina itu. Sebab tentu di bawah kulitnya dan di dalam rumahnya ada pena Yang Mahakuasa, Maha Mengetahui, dan Maha Berkehendak. Lalu, bagaimana mungkin di atas kulitnya dan di luar rumahnya ia demikian lemah, bodoh, merana, dan miskin?

Jawabannya, wahai setan manusia yang menjadi guru bagi setan jin!

Pertama, andaikan ia bukan ciptaan Zat Yang Mahakuasa dan Azali yang memberikan kepada semua, sesuatu yang layak dengannya sesuai dengan kadar kemaslahatannya, tentu keledaimu jauh lebih berakal dan lebih cerdas daripada dirimu dan daripada gurumu. Juga dalam jarimu misalnya terdapat daya rasa dan kemampuan yang jauh melebihi daya rasa dan kemampuan memilihmu. Maka, siapa yang memberikan batasan pada keduanya padahal perangkat tersebut demikian sederhana dan tersebar.

Kedua, takdir telah menggariskan sebuah kadar dan cetakan untuk memunculkan sebuah potensi yang dapat menerima anugerah sesuai dengan takarannya. Semua yang memancar dari dalam keluar sesuai dengan ukuran dan timbangannya,

327

sesuai dengan kadar kebutuhan dan tingkatannya, sesuai dengan potensi dan kemampuannya, serta sesuai dengan timbangan tatanan kekuasaan nama-Nya. Bukan hanya sapi yang aspek luarnya masuk ke dalam yang lain. Maka, pada segala sesuatu, bagian dalam merupakan wujud mutlak, sementara bagian luar adalah wujud yang terikat. Siapa yang mengharap penyinaran dunia, tarikan planet, dan pusat berikut serta butir-butir bayangan mentari yang menunjukkan keagungan mentari, hendaknya engkau memisahkan diri dari akal.

Ya, butiran tersebut menggambarkan semua perangkat mentari namun ia tidak bisa digambarkan.

Ketahuilah! Engkau adalah kreasi yang terwujud lewat hikmah sehingga secara sangat jelas menunjukkan sifat-sifat Sang Pencipta. Engkau adalah wujud hikmah-Nya, manifestasi pengetahuan-Nya, bentukan kekuasaan-Nya yang mengetahui sesuatu yang sesuai dengan dirimu, buah rahmat-Nya yang mendengar segala kebutuhanmu, hasil perbuatan Zat yang Maha Berkehendak, saripati anugerah zat Yang Maha Mengetahui permintaanmu, gambaran ketentuan Zat yang menggariskan dan Maha Mengetahui sesuatu yang sesuai dengan bangunanmu. Karena itu, bagaimana mungkin engkau pergi membawa bagian kecil dari dirimu dengan melepaskan diri dari hukum-hukum keseluruhan sehingga merasa bebas merdeka. Lalu, engkau menganalogikan keseluruhan dengan satu bagian parsial?! Bagaimana mungkin engkau melupakan Pemilikmu yang memiliki segala sesuatu?! Bagaimana engkau mengira bahwa tidak ada Zat yang mengawasi, mendengar, melihat, mengetahui, menjawab, dan menolong dirimu yang mendengar rintihanmu, melihat kepapahanmu, dan mengetahui kesalahanmu?!

Wahai diriku yang malang, mengapa engkau mengira dirimu berada di luar perintah Allah sehingga berusaha memperhatikan dan menghormati setiap makhluk atau menzalimi semua dengan menganggapnya tidak penting. Ini adalah beban berat yang tak mampu dipikul. Karena itu, engkau harus meninggalkan kemusyrikan yang asing bagi fitrah dan masuk ke dalam wilayah kerajaan Allah agar bisa lapang bersama saudara yang lain.

328

Bahkan agar engkau menjadi saudara tua yang dihormati. Tidakkah engkau melihat bahwa orang sepertimu sama seperti orang yang berada dalam sebuah kapal yang dipenuhi harta milik raja dan diserahi tugas untuk mengurus setir kapal. Lalu, orang bodoh itu meletakkan setir yang terkait dengan kapal di atas punggungnya bersama hartanya dengan penuh perhatian. Jika ia memiliki sedikit akal saja tentu akan berpikir, "Aku juga berada dalam kapal. Maka, sebaiknya kuletakkan hartaku dan harta pemiliknya di dalam kapal ini." Demikian pula pikullah rambu-rambu Islam di atas kapal otak alam Islam agar engkau bisa mengambil manfaat sementara engkau berada dalam keadaan tenang dan lapang.

Ketahuilah! Zat yang menciptamu tidak jauh darimu dan mampu menciptakan alam berikut segala isinya. Sebab apa yang berada padanya berada dalam dirimu. Bahkan, Penciptamu sudah pasti merupakan Pencipta segala sesuatu karena tidak mungkin Pencipta semangka bukan Pencipta bijinya yang merupakan prototipe miniatur yang terangkum darinya.

Ketahuilah, engkau terikat dengan sesuatu. Engkau terikat dengan badan dan dengan umur. Kehidupanmu terbatas sejalan dengan keberadaanmu yang dibatasi sesuai dengan kemampuan yang juga terbatas. Karena itu, engkau tidak boleh mempergunakan usia yang pendek, sedikit, dan fana ini untuk sesuatu yang fana sehingga menjadi fana. Namun, engkau harus mempergunakannya untuk sesuatu yang abadi agar menjadi abadi. Sebab, pemanfaatan usia di dunia ini menjadikan seratus tahun seperti seratus biji kurma yang habis karena dimakan dengan kondisinya yang kering, tidak bermanfaat, serta tidak ditanam lagi. Namun, jika engkau mengarahkannya kepada akhirat, lalu menyirami dengan air syariat, ia akan menjadi seratus pohon kurma yang tinggi. Orang yang menukar seratus kurma yang kokoh dengan seratus biji kurma yang kering, layak untuk menjadi kayu bakar neraka.

Ketahuilah! Pusat ilusi, syubhat, dan kesesatan adalah ketika seseorang memaksakan diri untuk berada di luar wilayah manifestasi takdir dan sifat-sifat ilahi. Kemudian ia memaksa

329

jiwanya yang keluar dari fitrah untuk berada di satu tempat yang terkait dengan ketentuan Allah dan memperlihatkan salah satu nama ilahi sehingga fana di dalamnya. Setelah itu, dengan celupan keterasingan tadi, ia juga mengeluarkannya dari kerajaan Allah seraya mempergunakan kekuasaannya lewat sejumlah takwil yang dengannya ia menjadi guru bagi para setan. Kondisinya yang bersumber dari syirik samarnya memantul kepada sesuatu yang terperlihara tadi. Nafsu ammarah bagaikan burung unta yang melihat apa yang di atasnya memiliki sisi.

{(Catatan-217): Engkau mengira dalam urusan yang kau yakini terdapat sisi yang mendukung dan menguatkannya.}

Sama seperti ahli debat yang berkata kepada dua orang yang saling bermusuhan, "Wahai fulan dalil musuhmu telah menyanggahmu." Lalu kepada yang satunya lagi ia berkata, "Wahai fulan, dalil orang ini telah membatalkan dalilmu." Sehingga kalian berdua sama-sama salah.

{(Catatan-218): Dalil yang satu dipatahkan oleh yang lain sehingga keduanya tidak lagi memiliki dalil.}

Ketahuilah bahwa jiwa manusia terus berusaha untuk tidak mengaitkan dunia dengan akhirat seolah-olah ia adalah ujungnya. Padahal tidak demikian. Dengan meyakini keberadaan akhirat engkau akan selamat dari kengerian fananya dunia dan pedih akibat perpisahan. Karena lalai dan ragu, engkau ingin melepaskan diri dari tugas beramal untuk akhirat serta melihat kepada generasi terdahulu yang sudah mati seperti orang hidup yang pergi menghilang sehingga tidak mengambil pelajaran dari kematian tadi. Tuntutan duniawinya seringkali menyebar ke negeri akhirat agar tetap terpelihara dengan sebuah tipu daya. Tuntutan tersebut memiliki dua sisi: sisi yang mengarah kepada dunia yang fana; tetapi bagaikan debu yang beterbangan, serta sisi yang mengarah kepada akhirat yang pilarnya bersambung kepada negerinya sehingga kekal. Ilmu misalnya. Ia memiliki sisi yang gelap dan sisi yang terang. Nafsu setani memperlihatkan sisi yang terang namun membuatmu ditelan oleh yang gelap.

{(Catatan-219): Yakni, ia memperlihatkan sisi terang darinya bahwa ia akan memberikan manfaat yang akan terlihat di akhirat meski tidak tampak di dunia. Hal itu agar engkau ditelan oleh sisi yang gelap darinya.}

330

Jiwa manusia seperti burung unta, sementara setan seperti tukang debat, dan hawa nafsu seperti kalangan bektasi.

{(Catatan-220): Perumpamaan yang diberikan di sini dibangun di atas pilar-pilar sebagai berikut: jiwa meneggenangi kepalanya dalam kelalaian seperti burung unta agar tidak terkena ajal. Lalu tukang debat mengingkari segala sesuatu seperti setan. Sementara bektasi, seperti hawa nafsu yang merubah makna sesuatu dengan berkata misalnya bahwa salat tidaklah wajib. Pasalnya Allah befirman, "Janganlah kalian mendekati salat," tanpa meneruskan kepada kalimat berikutnya, "sementara kalian dalam keadaan mabuk."}

Ketahuilah tanpa ragu sedikitpun aku meyakini bahwa dalam penciptaan segala sesuatu andaikan faktor positif tidak ada berarti yang ada adalah faktor negatif. Pasalnya, semua penciptaan yang demikian rapi tidak menerima adanya keterpisahan. Entah Allah yang menciptakan segala sesuatu, atau Dia tidak menciptakan sesuatu. Padahal, ilusi yang mampu membayangkan ketiadaan sebab dalam segala sesuatu jauh lebih tak bernilai daripada jaring laba-laba. Menerima dalam hal tertentu melahirkan kesimpulan untuk menerima dalam segala sesuatu.

Demikian pula Sang Pencipta bisa esa dan bisa pula tak terhingga. Dalam hal ini tidak ada posisi tengah-tengah. Pasalnya, andaikan Sang Pencipta tidak esa, berarti banyak di mana jumlahnya tak terhingga. Pada kondisi kedua terdapat begitu banyak kemustahilan yang melahirkan ketiadaan konstruksi, hilangnya keesaan secara mutlak, dan ketiadaan wujud.

Ketahuilah! Adalah sangat mustahil apabila sesuatu yang menerangi tapi dirinya sendiri tidak terang, yang mengadakan tetapi tidak ada, dan yang mewajibkan keberadaan sesuatu tidak wajib ada. Demikian pula sangat mustahil apabila Zat yang memberikan ilmu tidak berilmu, yang memberikan perasaan tidak memiliki perasaan, yang memberikan pilihan tidak memiliki pilihan, yang melimpahkan kehendak tidak berkehendak, serta yang mencipta kesempurnaan tidak sempurna. Mungkinkah Zat yang melukis mata, membentuk penglihatan, dan menerangi pandangan tidak melihat?! Justru sejumlah kesempurnaan yang terdapat dalam ciptaan adalah berasal dari limpahan kesempurnaan Sang Pencipta. Orang stress yang tidak mengenal burung kecuali nyamuk, apabila melihat elang ia anggap bukan burung

331

sebab tidak memiliki sesuatu yang dimiliki nyamuk.

Ketahuilah hal tersulit yang dituntut oleh jiwa manusia adalah keabadian dan kekekalan. Sehingga kalau ia tidak tertipu oleh hayalan tentang kekekalan ia tidak akan bisa menikmati apapun. Wahai yang menginginkan kekekalan, teruslah berzikir mengingat Zat Yang Mahakekal agar engkau kekal. Jadilah lentera bagi cahaya-Nya agar tidak padam, cangkang untuk mutiaranya agar bersih, serta wadah untuk hembusan zikir-Nya agar hidup. Berpeganglah kepada tali cahaya yang merupakan kilau salah satu nama ilahi agar tidak terjatuh ke dalam cakrawala ketiadaan. Buah yang lalai apabila tidak mengarah kepada sesuatu yang menopangnya, serta tertarik kepada gemerlap asing dan tertawaan mereka, maka ia akan terputus dan jatuh terbalik.

Wahai diri, bersandarlah kepada landasan yang meluruskanmu. Pasalnya, dari seribu untuk-Nya sembilan ratus sembilan puluh sembilan, sementara untukmu hanya satu. Karena itu, lemparkanlah yang satu itu pula dalam kapal yang berisi harta-Nya lalu beristirahatlah!

Ketahuilah apabila engkau tidak bisa berbuat untuk dirimu dan tanganmu tidak bisa menggapai dirimu, maka manusia, serta sebab-sebab yang jauh tentu lebih tidak mampu untuk sampai ke dalam dirimu. Karena itu, cobalah apakah dirimu mampu membuat lisan yang merupakan pohon kata, telaga rasa, serta pusat komunikasi. Jika tidak mampu, maka yang lain juga tidak mampu. Maka, janganlah engkau menyekutukan Allah. "Sesungguhnya perbuatan syirik adalah kezaliman yang besar."

{(Catatan-221): Q.S. Luqmān: 13.}

Ketahuilah, alam merupakan toko dan tempat perbendaharaan ilahi. Di dalamnya terdapat semua tenunan, model, bentuk, dan kulit baik yang tebal maupun yang tipis, yang cepat pudar dan tahan lama, yang padat dan cepat larut. Sebagiannya merupakan rangkaian penciptaan dan sebagian lagi berupa lukisan manifestasi. Para filosof telah tersesat dengan memasukkan penciptaan ke dalam wujud manifestasi.

332

Ketahuilah sesungguhnya syirik samar yang muncul dari rasa ego

{(Catatan-222): Yang dimaksud dengan egoismen di sini adalah sikap lupa diri dan menafsirkan segala sesuatu sesuai dengan keinginan diri sendiri. Sementara syirik terhadap sebab berarti menyerahkan segala urusan kepada sejumlah sebab. Kedua alinea berikutnya menjelaskan hal tersebut.}

apabila telah menguat bisa berbalik menjadi syirik kepada sebab. Apabila telah mengakar ia berubah menjadi kekufuran. Lalu jika terus demikian akan berganti menjadi pengingkaran, naudzu billah.

Ketahuilah bahwa mencari cahaya pada kegelapan disertai kedekatan jiwa terhadapnya sangat menyakitkan, merusak kemuliaan cahaya, serta mengotorinya. Harus ada upaya untuk melepaskan diri dan berpisah dari kegelapan tersebut. Dari sana, barulah kemudian melihat cahaya.

Ketahuilah bahwa di antara hal menakjubkan, manusia tercipta untuk menjadi pembuka, penyingkap, petunjuk yang bersinar, dalil yang terang, pantulan bercahaya, bulan bersinar milik Zat Yang Mahakuasa dan azali, serta cermin manifestasi keindahan azali. Ia demikian jelas dan terang ketika memikul amanat yang enggan dipikul oleh langit, bumi, dan gunung. Sebab, di antara kandungan amanah tersebut adalah bagaimana manusia berubah menjadi ukuran standar untuk memahami sifat-sifat komprehensif Tuhan, serta merubah ego diri yang merupakan titik hitam akibat kelalaian dan syirik yang samar menjadi kunci untuk menerangi semua sifat-Nya. Lalu mengapa sebagian besar manusia justru menjadi hijab, pintu, dan penghalang?! Seharusnya ia membuka, justru malam mengunci. Yang seharusnya menyinari justru malah mendatangkan kegelapan. Yang seharusnya mengesakan justru menyekutukan. Yang seharusnya dengan teropongnya melihat kepada Allah dan menyerahkan kekuasaan kepada-Nya justru melihat kepada makhluk dengan teropong ego lalu mendistribusikan kekuasaan Allah kepada mereka. Ya, manusia sungguh sangat zalim dan bodoh.

Ketahuilah wahai diriku, apabila engkau membuat rida Pencipta dengan takwa dan amal saleh, maka Dia akan mencukupimu dengan membuat makhluk rida padamu. Jika mereka

333

telah rida kepadamu karena Allah, maka hal itu bermanfaat. Sementara jika keridaan itu bersumber dari diri mereka hal itu tidak berguna. Pasalnya, mereka juga lemah sepertimu. Jika engkau menginginkan yang pertama, buatlah Allah rida padamu. Namun, jika yang kedua yang kau inginkan, berbuat syiriklah di mana ia sama sekali tak berguna.

Tidakkah engkau melihat orang yang pergi ke tempat raja untuk satu kepentingan. Jika ia sudah membuat raja rida, maka urusannya selesai tanpa ada beban baginya disertai simpati rakyat kepadanya. Namun, jika ia mencarinya pada orang yang berada di bawah kekuasaannya kepentingan tadi menjadi sulit terpenuhi. Bahkan sulit baginya untuk membuat semua orang rida dan bisa memenuhi kepentingannya. Kalaupun mereka telah sepakat untuk bisa memenuhi kepentingannya, dibutuhkan ijin dari raja. Sementara, ijinnya bergantung kepada bagaimana orang tadi bisa membuat raja rida kepadanya. Hal itu jika berupa kemurahan. Namun jika berupa istidraj, lain lagi urusannya.

Ketahuilah bahwa sebegaimana Zat yang Wajib ada tidak menyerupai makhluk yang mungkin ada baik dari sisi zat dan substansi-Nya, Dia juga tidak serupa dengan makhluk dalam hal perbuatan-Nya.

Misalnya, tidak ada perbedaan bagi-Nya antara yang dekat dan jauh, yang sedikit dan yang banyak, yang kecil dan yang besar, individu dan spesies, serta bagian dan keseluruhan. Demikian pula tidak ada beban, kesulitan, dan sentuhan langsung dalam perbuatan-Nya; berbeda dengan makhluk. Karena itu akal manusia sulit memahami esensi perbuatan-Nya sehingga mengira perbuatan tersebut tidak terwujud.

{(Catatan-223): Ia mengingkari Pelakunya.

(Catatan-224): Dalam edisi pertama disebutkan, "Ketahuilah bahwa perasaan adalah kalbu yang berdusta kepada jiwa. Ia dibangun dari reruntuhan kalbu setelah rusak oleh kelalaian dan mati oleh hawa nafsu. Letak dari perasaan adalah antara dua sisi di bawah dada sedikit di atas lambung.}

Ketahuilah bahwa sebagaimana taring singa menunjukkan sifatnya yang memangsa serta kelembutan semangka menunjukkan

334

bahwa ia ada untuk dimakan, demikian pula dengan potensi manusia. Ia menunjukkan bahwa tugas fitrinya adalah beribadah. Ketinggian rohani dan kerinduannya ke alam abadi menunjukkan bahwa manusia dicipta pertama kali di alam yang lebih halus daripada alam ini. Lalu ia dikirim ke sini untuk bersiap-siap dan kembali kepadanya. Keadaannya sebagai buah pohon penciptaan menunjukkan bahwa dari manusia ada yang merupakan benih asal Sang Pencipta menumbuhkan pohon penciptaan. Benih tersebut tidak lain bersumber dari sosok yang seluruh insan kamil bahkan setengah manusia sepakat kalau ia merupakan makhluk terbaik. Ia adalah cahaya junjungan seluruh manusia, sang pembuka dan penutup, Muhammad saw.

335

Bagian Kedua

Benih Kilau Petunjuk Alquran

Bismillāhirrahmānirrahim

Ketahuilah bahwa Penata langit dan bumi, Pemutar malam dan siang di permukaan bumi ini layaknya lilitan sorban yang rapi, bagaimana mungkin uluhiyah-Nya menyerahkan sebagian permukaan alam kepada makhluk yang lemah?! Mungkinkah yang bertindak di bawah arasy bukan Tuhan Pemelihara arasy? Sangat tidak mungkin. Kekuasaan-Nya meliputi semua. Tidak ada celah bagi yang lain untuk ikut serta. Di samping itu, kemuliaan keagungan dan kemerdekaan-Nya serta kecintaan kasih dan pengenalan-Nya tidak menginjinkan siapapun untuk menjadi hijab dan perantara formal yang memposisikan diri sebagai objek pandangan hamba.

Perbuatan dan pengaturan Allah terhadap keseluruhan dan tiap bagian serta spesies dan individu saling terkait dan menopang; tidak mungkin dipisahkan meski antara dua faktor yang sama. Pasalnya, Penata alam secara deskriptif menata alam, secara realitas mencipta dan mengembangkan manusia, secara bersamaan mengatur semua urusan spesies, pada sat ini mencipta sel-sel tubuh, secara perspektif waktu mencipta partikel-partikel dengan kekuasaan yang mengarah kepada semua lembaran

336

tersebut. Bahkan, dengan pandangan penataan Dia mengatur, dengan pengaturan yang sama ia memelihara, dalam pemeliharaan tersebut ia bertindak dan mencipta.

Sebagaimana matahari tidak mungkin menyinari permukaan laut tanpa adanya butiran dan tetes air, demikian pula tidak mungkin sesuatu ikut campur dalam partikel sel, organ, dan bagian penghuni bumi tanpa kekuasaan yang menggulirkan siang dan malam. Zat yang membentuk, mencipta, dan menata otak lalat dan mata mikroba tidak membiarkan perbuatanmu sia-sia begitu saja, namun semuanya dituliskan dalam kitab catatan amal dan akan dihisab.

Ketahuilah bahwa kekuasaan mutlak dan komprehensif serta hikmah-Nya yang terlihat pada setiap ciptaan; bahkan pada setiap partikel merupakan petunjuk yang sangat jelas dan ayat yang sangat terang bahwa Pencipta segala sesuatu adalah esa; tiada sekutu bagi-Nya. Kekuasaan-Nya tidak terbagi, terpilah, dan terpisah. Sebab, andaikan makhluk juga mencipta tentu dalam perbuatannya itu terdapat distribusi, dalam kekuatannya terdapat keterpisahan, dan dalam pilihannya terdapat keterpilahan. Padahal ketiga hal di atas yang terkait dengan lebah misalnya tak mungkin terwujud tanpa mencakup yang lain. Lebah menyingkap kekuasaan Penciptanya lewat satu sisi yang tidak sulit bagi kekuasaan tersebut untuk menciptakan sejumlah alam. Lalu, bagaimana mungkin kekuasaan itu terbatas di dalamnya tanpa mencakup yang lainnya. Karena itu, Sang pencipta, Zat wajibul wujud, adalah esa di mana kekuasaan-Nya tak terkira, tak terhingga, tak terbagi. Kekuasaan-Nya berjalan sesuai timbangan ketentuan-Nya dan tertulis sesuai garis pehitungan-Nya.

Ketahuilah bahwa keberadaan nyamuk, laba-laba, dan kutu jauh lebih cerdas, lebih sejalan dengan fitrah, dan lebih sempurna penciptaannya daripada gajah, kerbau, dan unta meski usia mereka singkat dan kurang bermanfaat; berbeda dengan yang satunya. Semua itu merupakan petunjuk yang jelas dan bukti yang terang bahwa tidak ada kesulitan bagi Sang pencipta dalam menciptakan sesuatu. Dia hanya cukup berkata, "Kun!" maka

337

jadilah. Tidak ada yang mengendalikan-Nya. Dia berbuat apa yang Dia kehendaki. Tiada Tuhan selain Dia.

Ketahuilah bahwa sebagaimana butiran mentari adalah satu bagian ia juga bersifat parsial. Pasalnya, ia hanyalah bayangan mentari, bukan mentari yang sebenarnya. Jadi, ia bukan mentari dan bukan pula yang lainnya. Keikutsertaan sejumlah entitas dalam menerima bayangan mentari tidak mengurangi bagian dari butiran tersebut sama sekali, entah ada atau tiada. Butiran tadi bisa berkata, "Mentari tersebut seutuhnya adalah milikku, berada dalam diriku, dan mengarah kepadaku."

Ketahuilah bahwa apa yang tampak kecil dan jauh dari wilayah nama yang lahiri, agung, dan luas, berdekatan dan terkait dengan wilayah nama batini entah relatif atau hakiki. "Allah yang menjangkau mereka semua."

{(Catatan-225): Q.S. al-Burūj: 20.}

Yaitu lewat nama-nama-Nya.

{(Catatan-226): Ia menjangkau dengan pengetahuan-Nya, kehendak-Nya, kekuasaan-Nya, dan sifat-sifat-Nya yang mulia. Tidak ada sesuatupun yang berada di luar jangkauan-Nya.}

Manusia dengan akalnya yang parsial, terbatas, terikat, dan fana, melihat keagungan Allah dan bagaimana Dia memutar planet di sekitar mentari. Dari sana manusia tidak percaya kalau Dia sibuk menciptakan lalat misalnya lantaran menganalogikan Tuhan dengan makhluk yang miskin dengan analogi setani. Dari analogi tersebut muncullah kezaliman besar terhadap sejumlah makhluk kecil sekaligus sikap merendahkan mereka. Pasalnya, tidak ada sesuatupun kecuali bertasbih menyucikan Penciptanya. Ia tidak memiliki Tuhan selain Zat yang menjadikan dunia sebagai rumahnya, di mana mentari menjadi lenteranya, serta bintang menjadi lilinnya. Seolah-olah yang berada di dunia hanya makhluk hidup saja. Yang besar tidak boleh sombong kepada yang kecil. Sebab wujud ibarat kebenaran. Tidak ada perbedaan antara yang sedikit dan yang banyak, betapa yang sedikit sangat banyak, sementara yang banyak sangat sedikit.

Ketahuilah bahwa segala sesuatu mulai dari mentari segala mentari hingga buah pohon, jika dicermati tampak bahwa ia telah dipilih dan dipilah dari sekian hal yang tak terhingga. Maka,

338

apapun adanya ia melihat kepada sesuatu yang tak terhingga. Karena itu, yang mengurus dalam dirinya hanyalah Zat yang manifestasi sifat-Nya tak terhingga. Perhatikan baik-baik!

Ketahuilah bahwa sebagian besar manusia tidak menafikan adanya tujuan khusus dan perhatian pribadi dalam pemberian nikmat. Pasalnya, nikmat Allah tidak seperti harta wakaf atau aliran air sungai

{(Catatan-227): Maksudnya tidak diperuntukkan untuk semua.}

sehingga pemberian tadi tampak bersifat mutlak dan sehingga seseorang tidak merasa butuh untuk berterima kasih. Tidak demikian. Adanya penentuan dan kekhususan bukan seperti wadah dan cetakan yang terwujud di awal sehingga penentuan itulah yang melahirkan sisi pemberian nikmat kepada sesuatu yang sudah ditentukan. Pasalnya, Zat Pemberi karunia hakiki menciptakan untuk setiap individu wadah yang sesuai dengannya. Kemudian Dia mengisinya dengan makanan nikmat-Nya. Dia melakukan keduanya secara baik dengan tujuan khusus untuk seseorang lewat nama dan gambarannya. Karena itu, sebagaimana wajib bersyukur atas nikmat yang bersifat mutlak, maka wajib pula bersyukur atas nikmat khusus yang diberikan-Nya.

Ketahuilah bahwa sebagian besar manusia mengurangi hak dari kitab besar yang terlihat, "yakni alam" dan kitab mulia yang terdengar "yakni Alquran". Pasalnya, filosof mereka tidak memberikan kepada Tuhan Yang Wajibul wujud kecuali bagian yang sedikit dan kulit yang tipis. Kemudian sisanya dibagi kepada berbagai sebab imajinatif; bahkan kepada sesuatu yang mustahil, dan nama-nama yang tak memiliki esensi.

Mereka mendapat laknat Allah. Bagaimana mereka sampai berpaling?

{(Catatan-228): Q.S. at-Taubah: 30.}

Adapun ahli tauhid ia berpandangan bahwa semua merupakan milik-Nya, dari-Nya, kembali kepada-Nya, dan hanya terwujud dengan-Nya. Lalu terkait dengan Alquran, sastrawan mereka tidak memberikan kepada Pemilik arasy dari istana indah

339

itu,

{(Catatan-229): Maksudnya Alquran al-karim.}

dari pilar-pilarnya yang kokoh, rambu-rambu-Nya yang kuat, dan batu-batunya yang berhias emas, pepohonannya yang berkembang, kecuali hanya beberapa baris untaian dan sebagian makna. Setelah itu, sisa dari bintang langit itu dibagi kepada penduduk bumi dengan satu tipu daya disertai berbagai pemikiran. Sungguh sangat bodoh kalau akalnya membayangkan bahwa tangan manusia bisa mengganti bintang tersebut lalu berbuat sesukanya. Namun, mukmin yang cermat berpandangan bahwa kandungan Alquran dari pilar pertama sampai kepada akhir baris untaiannya berasal dari-Nya dan milik-Nya.

Alquran dibungkus dengan berbagai gaya bahasa yang memantulkan ribuan tingkatan kedudukan dan perasaan pendengar. Alquran juga melewati tujuh puluh ribu hijab dan masuk ke dalam relung-relung kalbu dan jiwa. Ia berjalan sambil menyebarkan limpahan karunianya dan memberikan ketenangan lewat ungkapannya kepada berbagai tingkatan manusia. Semua tingkatan bisa memahami dan mengetahuinya. Setiap generasi mengakui kesempurnaanya dan menerimanya. Setiap masa menjadikannya sebagai guru. Setiap zaman menghormatinya sampai pada tingkatan di mana masing-masing membayangkan kalau ia diturunkan secara khusus untuknya. Kitab suci tersebut bukan sesuatu yang bersifat superfisial. Namun, ia adalah lautan cemerlang, mentari anugerah, serta kitab yang mendalam dan cermat.

Ketahuilah! Perhatikan air dan udara, bagaimana keduanya dicipta dengan sangat mudah dan mengalir. Mahasuci Zat yang menganugerahkan dan memberi makan baik kepada mikroba maupun kepada gajah. Perhatikan bagaimana Allah menciptakan makanan yang suapannya cukup untuk mulut lebah dan juga bisa memenuhi mulut unta. Ia tidak terlalu besar untuk mulut mikroba dan tidak terlalu besar untuk mulut buaya. Dia mengucapkan perkataan yang bisa didengar baik oleh telinga atom maupun telinga mentari. Dia juga memberikan salinan dari kata tersebut di mana ia juga memenuhi gunung yang kemudian

340

memantulkan gema untukmu. Tidaklah besar bagi sel suara yang berada di telinga nyamuk.

Ketahuilah! Di waktu salat dunia Islam layak digambarkan sebagai masjid. Mihrabnya adalah Mekkah dan tanda mihrab adalah Ka'bah. Seluruh generasi salat di masjid tersebut. Apabila bersujud di teras, datang generasi lain yang salat lalu pergi. Sehingga masjid terus senantiasa berada dalam keadaan penuh dan kosong. Perjalanan waktu ibarat menit-menit waktu di Masjid Bayazid.

Ketahuilah wahai Said, di antara bentuk kebahagiaan adalah ketika sekarang sebagai bentuk kemurahanmu engkau meninggalkan--dalam kondisi mulia dan menginginkan keutamaan--sesuatu yang nantinya akan kau tinggalkan dalam kondisi hina dan menyesal. Pasalnya, jika engkau meninggalkan dunia berarti engkau berlepas dari keburukannya dan mendatangkan kebaikannya. Namun, jika dunia yang meninggalkanmu engkau berlepas dari kebaikannya dan ia menghasilkan keburukannya untukmu.

Ketahuilah bahwa peradaban fasik telah memperlihatkan sikap riya luar biasa yang sulit dilepaskan oleh para pendukungnya. Mereka menyebut riya sebagai sebuah popularitas dan kehormatan. Mereka juga membuat seseorang bersikap riya terhadap agama dan mengada-ada terhadap berbagai unsur sebagaimana bersikap riya kepada sejumlah orang. Mereka menjadikan koran sebagai panduan, menjadikan sejarah sebagai kebanggan, dan membuat lupa kepada kematian diri lewat kehidupan rasial yang dibungkus dengan fanatisme jahiliyah.

Ketahuilah bahwa gabungan wanita merupakan bentuk maskulin yang kasar, sementara gabungan lelaki merupakan bentuk feminin yang lembut. Hal itu seperti diisyaratkan oleh ayat yang berbunyi,

Wanita-wanita di kota berkata

{(Catatan-230): Q.S Yusuf: 30. (Bentuk verbanya maskulin)}

Orang-orang Arab Badui itu berkata

{(Catatan-231): Q.S. al-Hujurat: 14. (Bentuk verbanya feminin)}

341

Lalu, perkumpulan orang-orang yang lemah adalah kuat, sementara perkumpulan orang-orang yang kuat adalah lemah.

Ketahuilah bahwa terlukanya dan terhinanya setan merupakan bentuk terbukanya sorga.

Ketahuilah bahwa dalil kenabian Muhammad yang paling jelas adalah tauhid. Pasalnya, sosok yang mengangkat panji tauhid kepada seluruh entitas, sosok yang menunjukkan tauhid dengan seluruh tingkatannya kepada tatapan alam, serta sosok yang menjelaskan keterangan umum para nabi adalah junjungan kita, Muhammad saw. Dalam hakikat tauhid dan kekuatannya terdapat hakikat dan kebenaran kenabian beliau.

343

Bagian Ketiga

Benih Kilau Petunjuk Alquran

Bismillāhirrahmānirrahīm

Ketahuilah! Seharusnya dekorasi, kesempurnaan, pemandangan indah, tanda rububiyah, dan kekuasaan uluhiyah ini ada yang menyaksikan, menikmati, serta merenungkan sisi-sisi dan keindahannya. Dari sana ia berpindah kepada keagungan Pencipta dan Pemiliknya serta kekuasaan dan kesempurnaan-Nya.

Ya. Manusia dengan segala kebodohan dan kegelapannya memiliki potensi komprehensif seakan-akan ia merupakan model bagi keseluruhan alam. Di dalam dirinya terdapat amanah yang dengannya ia bisa memahami dan membuka perbendaharaan tersembunyi. Kekuatannya tidak dibatasi. Namun dibiarkan secara mutlak sehingga ia memiliki semacam perasaan menyeluruh lewat kilau kesempurnaan keagungan taman keindahan uluhiyah Sang Penguasa azali. Sebagaimana keindahan menuntut pandangan kerinduan, maka rububiyah Tuhan Yang azali juga menuntut adanya pandangan manusia yang disertai dengan penghargaan, ketakjuban, ketercengangan, dan perenungan. Di samping itu, ia juga menuntut terpeliharanya eksistensi makhluk yang merenungkan dan takjub tadi untuk selamanya.

344

Ya. Zat yang menghias wajah bunga sebagaimana menghadirkan para pecintanya dari kalangan lalat dan burung, serta menghias pipi yang indah lalu menghadirkan pandangan pecinta yang mabuk kepayang kepadanya, Dia juga menghias wajah alam dengan hiasan yang menarik, menerangi matanya dengan lentera yang tersenyum, memperbagusnya dengan berbagai keindahan yang berkilau, serta memasukkan rasa cinta dan perkenalan yang sempurna ke dalam setiap lukisan. Dengan demikian ia tidak ditinggalkan oleh pandangan yang menikmati, takjub, berpikir, tertarik, dan mengenal nilai dari masing-masingnya. Dengan totalitasnya, insan kamil menjadi sebab penciptaan cakrawala sekaligus menjadi tujuan akhir dan buahnya.

Ketahuilah! Di antara bentuk kebahagiaan dan kenikmatan hakiki adalah sikap meninggalkan segala sesuatu bahkan wujud sekalipun karena Dia sebagai Zat Yang Mahagung, Dia sebagai Zat yang Wajibul wujud, Dia Yang Maha Sempurna, serta Dia Yang Mahagung dan Mahaindah. Karena itu, semua milikku serta totalitasku dan segala sesuatu menjadi tebusan untuk-Nya.

Ketahuilah bahwa apabila kesepadanan antara segala sesuatu menunjukkan bahwa Sang Pencipta adalah satu dan esa, maka perbedaan yang tertata di antaranya menunjukkan bahwa Sang Pencipta Maha Memilih dan Bijaksana. Misalnya kesamaan manusia bahkan hewan dalam hal organ-organ pokoknya. Terutama, kesamaan organ ganda pada manusia. Hal itu sangat jelas menunjukkan keesaan Sang Pencipta. Sementara, perbedaan dalam organ-organ tertentu dan dalam bentuk rupa merupakan tanda yang jelas akan adanya pilihan Tuhan Sang Pencipta berikut hikmah-Nya.

Ketahuilah bahwa manusia merupakan makhluk yang paling zalim. Lihatlah kezalimannya yang luar biasa. Karena sangat mencintai diri, ia tidak menghargai yang lain kecuali sesuai dengan pelayanan yang diberikan kepadanya. Manusia melihat kepada buah segala sesuatu dengan standar sejauh mana manfaat yang diberikan oleh sesuatu itu untuk dirinya. Ia mengira tujuan akhir hidup ini adalah hidup itu sendiri. Hal itu sangat keliru. Sang Pencipta memiliki sejumlah hikmah pada setiap makhluk

345

yang kadang sulit dipahami oleh akal. Mengapa hewan yang berusia singkat ini dan binatang yang cepat mati tidak bisa menjadi prinsip, standar, sumber, landasan, dan benih bagi kehidupan barzakh dan malakut yang menakjubkan serta manifestasi, cipratan, dan buah kehendak qudrat-Nya dalam alam gaib?!

{(Catatan-232): Dalam edisi pertama disebutkan, "Ketahuilah bahwa sebagaimana mata menjangkau apa yang diketahui atau yang terlihat, demikian pula nafsu ammarah. Ia mengingkari sesuatu yang tidak ia lihat, meski merupakan aksioma yang sangat jelas.}

Ketahuilah bahwa Allah, dengan kesempurnaan qudrat-Nya, menjadikan semua partikel alam sebagai hamba yang menjalankan syariat fitri-Nya dan perintah penciptaan-Nya. Sebagaimana Dia berkata kepada lalat, "Jadilah begini!" Dia juga berkata dengan sama mudahnya kepada seluruh hewan, "Jadilah kalian dengan semua sifat, bentuk, dan usia yang singkat ini!" Maka, merekapun terwujud sebagaimana yang diperintahkan tanpa ada kesulitan sedikitpun.

Ketahuilah bahwa kekuatan dan qudrat yang yang memegang semua benda dalam genggamannya serta mengaturnya laksana batu permata di hadapan cermin yang berada di tanganmu sangat mampu dan tidak perlu dibantu untuk mengatur sesuatu yang berada di wilayah kekuasaannya.

Ketahuilah! Sebagaimana tetesan sama dengan laut dalam keberadaan keduanya sebagai air, sama dengan sungai dalam keberadaan keduanya yang berasal dari awan, serta kilau tetesan air tersebut sama dengan mentari di langit, ikan sebesar jarum sama dengan ikan besar dalam jenisnya, demikian pula nama yang terwujud dalam sel di setiap bagian memiliki esensi yang sama dengan nama-nama-Nya yang mulia yang meliputi seluruh alam. Misalnya Dia Yang Maha Mengetahui segala sesuatu sama dengan Yang Maha Mencipta partikel tersebut, Yang Maha Membentuk lebah, Yang Maha menciptakan buah, dan Yang Mengobati penyakit. Bahkan, mustahil nama yang luas dan paling luas bukan merupakan nama untuk bagian parsial darinya.

346

Ketahuilah! Karena ketidakaktifan, kondisi diam, berhenti, dan tetap dalam satu keadaan yang terdapat dalam makhluk merupakan bentuk ketiadaan sementara ketiadaan merupakan sesuatu yang menyakitkan, maka keaktivan merupakan bentuk kenikmatan serta perubahan dalam berbagai hal mendatangkan banyak kebaikan, meski secara lahir tampak sebagai musibah. Kepekaan dan rasa sakit dilihat dari satu sisi adalah kebaikan dan dari sisi lain adalah keburukan.

Kehidupan yang merupakan cahaya wujud menjadi bersih oleh adanya kepekaan dan menjadi terang oleh sakit yang terasa. Karena itu, ia akan senantiasa menghiasi kehidupan. Ia tidak boleh ditimbang dengan timbangan keabadian yang mengacu kepada makhluk, namun dengan timbangan keberadaannya sebagai bayangan manifestasi perbuatan Zat Yang Menghidupkan. Pasalnya, Tuhan Yang Menghidupkan dalam kehidupan ini memiliki ribuan bagian, sementara makhluk hanya memiliki satu bagian yang cepat hilang. Karena itu, kesempurnaannya terwujud ketika mengikuti bagian milik Tuhan Yang Maha Menghidupkan.

Terhiasinya butiran oleh kilau-kilau mentari pada saat yang bersamaan tidak serta merta memberinya hak ke tingkatan di mana ia bisa menyamai mentari aslinya dalam hal hak-hak manifestasinya yang dipenuhi oleh hikmah. Hanya saja, ketika benih-benih manusia beriman, dengan keimanannya tersebut ia berubah menjadi kaca laksana bintang bercahaya yang lenteranya dinyalakan dari kilau mentari azali.

Ketahuilah! Bagaimana mungkin seseorang membuat semua sendi-sendi istana, berikut perabotan dan konstruksinya di mana seluruhnya mengarah kepada pembangunan satu istana. Sementara istana tersebut bukan merupakan tujuan akhir si pembuat dan buah istana tersebut juga tidak kembali kepadanya. Wahai manusia, bumi dan alam ini adalah istana.

Ketahuilah! Allah memperkenalkan diri kepada kita lewat penciptaan dan kreasi-Nya, serta menunjukkan cinta lewat karunia dan anugerah-Nya, memperlihatkan kasih sayang lewat rezeki dan rahmat-Nya. Dia melakukan hal itu untuk tujuan tersebut. Demikianlah setiap nama-Nya yang mulia terwujud.

347

Siapa yang memahami hal itu darinya sebagaimana mestinya seperti yang Allah ajarkan lalu orang tersebut mengajarkan kepada yang lain dengan ijin-Nya layak untuk dikatakan, "Kalaulah bukan karena engkau tentu Aku tidak menciptakan jagad raya." Ia adalah tali penghubungan yang kokoh dan amanah antara langit dan bumi. Arasy terpaut dengan bumi lewat tali yang teruntai di kalbunya di mana ia merupakan entitas termulia, makhluk yang paling sempurna, pemimpin manusia yang dimuliakan sebagai khalifah, pemimpin seluruh rasul dan imam bagi semua orang bertakwa, serta kekasih Tuhan semesta alam, Muhammad saw. Semoga salawat dan salam tercurah kepadanya sepanjang zaman.

349

Penutup

Betapa sangat manis penyakit, musibah, dan kehinaan yang menimpa meskipun pahit! Pasalnya, ia yang membuatmu bisa mencicipi lezatnya munajat dan doa. Ibnu Sam'ūn berkata, "Semua ucapan yang kosong dari zikir adalah sia-sia."

{(Catatan-233): Ibn Sa,'ūn adalah seorang zuhud yang berasal dari Bagdad. Ia adalah Abul Husein Muhammad bin Ahmad bin Ismail (Abu Sam'ūn). Ia bergelar "Si penutur hikmah" lahir dan wafat di Bagdad.}

Ketahuilah! Aku dalam perjalanan menuju akhirat. Karena banyak berbuat dosa, usiaku bahkan seluruh umur yang ada tidak cukup untuk meminta ampunan. Karena itu, kuwakilkan kepada bukuku ini dan aku berpesan kepadanya agar sesudah kepergianku nanti selalu meminta ampunan sebagai ganti dariku dengan memohon perlindungan sebagai berikut:

Sungguh malang, sungguh rugi, dan sungguh menyesal! Aku telah membuang-buang usiaku, hidupku, sehatku, dan masa mudaku dalam kubangan maksiat dan dosa yang sementara dan berbahaya yang di masa tua dan sakitku mewariskan derita dan bencana. Dengan beban yang berat, wajah yang kusam, dan kalbu yang sakit aku mendekatkan diri ke pintu kubur untuk berpisah selamanya dengan dunia yang fana.

Sungguh sangat hina apabila Tuhan berkata, "Antarkan orang yang riya itu ke neraka!"

350

Oh Tuhan, tidak ada tempat berlindung dan selamat kecuali pintu rahmat-Mu.

Tuhanku, hamba-Mu yang berbuat maksiat telah datang

Ia mengakui dosa dan kepada-Mu ia berdoa

Jika engkau mengasihi Engkau memang layak atasnya

Namun, jika Kau tolak, siapa lagi selain-Mu yang kasihnya dapat diharap

{(Catatan-234): Bait ini dinisbatkan kepada Ibrahim bin Adham.}

Wahai Tuhan, aku sedih dan menyesali semua salah dan dosaku

Aku malu dengan ucapan dan perbuatan burukku

Karena itu, limpahkan karunia dari alam kesucian kepada kalbuku

Agar semua hayalan batil lenyap darinya

Wahai Tuhan, aku terus menyebut nama Allah.

Aku menyeru dan mengucap sesuatu yang Kau ridai di depan pintu-Mu

Wahai Tuhan, tunjukkan aku jalan menuju kepada-Mu

Aku telah tersesat, namun terus berjalan di jalan tersebut.

Wahai Tuhan, aku tidak layak masuk ke dalam sorga Firdaus

Namun aku tidak kuat menghadapi neraka jahannam

Berikanlah tobat dan ampuni semua dosaku

Engkaulah yang dapat mengampuni dosa yang banyak

351

Pujian Saudaraku di Jalan Allah Yang Maha Menghisab dan Mahadekat

Sayyid Muhammad Syafiq al-Arwasi

{(Catatan-235): Lahir tahun 1884 M di desa Arwas, bagian daerah Hizan di wilayah Bitlis. Ia salah satu teman Ustadz Nursi. Ia berguru kepadanya sejak di Madrasah Khurkhur di Wan. Lalu dipenjara bersama Ustadz Nursi di Denizli pada tahun 1943 M. ia mengepalai lembaga pemeriksa mushaf di Istambul dalam waktu yang cukup lama. Ia juga pimim4pin para imam di Masjid Sultan Ahmad selama tujuh belas tahun. Menangani tugas bimbingan dan pemberian nasihat di Masjid Jami Abu Ayyub al-Anshari selama empat puluh tahun. Ia menulis buku berjudul Khutbah-Khutbah dan Majlis Rasulullah saw. Wafat pada tanggal 13-3-1970.}

Dengan Nama Allah Swt

"Segala sesuatu bertasbih memuji-Nya."

Salawat dan salam semoga tercurah kepada makhluk terbaik

Di antara yang tampak bagi orang yang melihat karya-karya Ustadz Bediuzzaman--yang terilhami oleh limpahan ayat Alquran dan terambil dari sejumlah petunjuk yang mengantarkan kepada retorikanya yang hanya bisa diketahui oleh orang yang diberi anugerah Allah lewat ketersingkapan rahasia urusan, perluasan wilayah rasional, serta kebeningan semua cermin indera dan perasaan--bahwa saripati yang bisa diringkas darinya

352

adalah bahwa semua karya beliau laksana benteng kokoh dalam menghadapi tipu daya musuh agama. Bahkan, ia merupakan "tembok Cina" di mana bisikan jiwa, makar setan, ajaran kaum materialis, serta berbagai pemikiran filosof sesat yang batil sama sekali tidak berguna di dalamnya. Dari sumber-sumber pembahasannya ia mengalirkan air kehidupan yang menumbuhkan ikatan iman dan memadamkan percikan nafsu. Karena itu, setiap murid harus berusaha keras untuk menelaahnya guna membentengi sejumlah petunjuk yang ia dapatkan serta mengobati semua perasaan yang ia dapatkan. Apabila menemukan kesulitan dalam memahami maknanya, hal itu tidak boleh menjadi sebab untuk malas berusaha. Sebab, di antara mahar untuk mendapatkan manfaat yang besar adalah adanya usaha yang intensif. Ia juga tidak boleh mencela penulisnya karena kesulitan tersebut bukan sesuatu yang disengaja. Pasalnya, di dalamnya memang terdapat sejumlah persoalan yang tema-temanya berisi sesuatu yang luar biasa dan terkait dengan cita rasa sehingga ungkapan dan petunjuk yang ringkas semata tidak memadai. Selain itu, berbagai pemahaman yang sesuai dan bermunculan pada sebagiannya diperkuat oleh sejumlah ayat dan sebagian yang lain dibiarkan karena jauhnya perjalanan tidak cukup hanya dengan petunjuk beberapa kalimat dan kata. Serta, masih terdapat sebab-sebab yang lain seperti adanya aneka permisalan yang indah dan perumpamaan yang langka.

Muhammad Syafiq

⬇ Gulir Otomatis
📝 Catatan Saya 0 catatan

Pilih teks lalu tekan tombol "Catatan" untuk menambahkan catatan.

Pengaturan
Tema
Ukuran Font
Ketebalan Font
Ukuran Font Arab
Spasi Baris

Mode Fokus
Sembunyikan sidebar
Gulir Otomatis
Halaman bergulir sendiri
Kecepatan