بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّح۪يمِ
اِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ
Sesungguhnya perbuatan baik itu menghapus perbuatan buruk. (QS. Hud: 114)
Tentang Taubat dan Istighfar
Wahai saudaraku yang lalai! Ketahuilah bahwa taubat adalah pintu rahmat yang selalu terbuka. Selama nyawa belum sampai di tenggorokan, pintu taubat tetap terbuka lebar.
Taubat yang sejati memiliki tiga syarat:
Pertama: Menyesali dosa yang telah dilakukan dengan sepenuh hati.
Kedua: Meninggalkan dosa tersebut saat itu juga.
Ketiga: Bertekad kuat untuk tidak mengulanginya di masa depan.
Jangan berkata: "Dosaku terlalu besar, Allah tidak akan mengampuniku." Karena rahmat Allah lebih luas dari seluruh dosa makhluk-Nya. Yang penting adalah ketulusan taubat dan kesungguhan untuk berubah.
Dan istighfar (memohon ampunan) adalah senjata mukmin yang paling ampuh melawan dosa. Rasulullah SAW sendiri beristighfar lebih dari 70 kali setiap hari, padahal beliau adalah manusia yang paling suci.