بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّح۪يمِ
وَاِنْ مِنْ شَيْءٍ اِلَّا يُسَبِّحُ بِحَمْدِه۪
Dan tidak ada sesuatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya. (QS. Al-Isra: 44)
Tentang Lima Hal
Surat ini membahas lima perkara penting:
Pertama: Tentang tawakkal. Tawakkal bukan berarti meninggalkan sebab-sebab, melainkan mengandalkan Allah setelah mengambil sebab-sebab yang diperlukan. Burung-burung keluar dari sarangnya di pagi hari dengan perut kosong dan kembali di sore hari dengan perut kenyang. Mereka berusaha tetapi bertawakkal kepada Allah.
Kedua: Tentang kesabaran. Sabar bukan berarti pasrah tanpa usaha. Sabar adalah ketabahan menghadapi ujian sambil terus berusaha dan berdoa kepada Allah.
Ketiga: Tentang syukur. Syukur adalah menyadari bahwa segala nikmat berasal dari Allah dan menggunakannya sesuai tujuan penciptaannya.
Keempat: Tentang tafakkur (perenungan). Satu jam tafakkur bisa lebih berharga daripada satu tahun ibadah tanpa kesadaran. Perenungan atas ciptaan Allah membawa seseorang kepada makrifat (pengenalan) yang mendalam.
Kelima: Tentang ikhlas. Ikhlas adalah melakukan segala sesuatu hanya karena Allah, tanpa mengharapkan pujian atau imbalan dari manusia.