بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّح۪يمِ
اِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَاِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ
Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Quran dan Kamilah yang menjaganya. (QS. Al-Hijr: 9)
Pendahuluan İşaratül İ'caz
İşaratül İ'caz (Tanda-Tanda Kemukjizatan) adalah tafsir Al-Quran yang unik karena ditulis oleh Bediüzzaman Said Nursi di medan perang selama Perang Dunia I. Dalam kondisi yang sangat sulit — di tengah hujan peluru dan deru meriam — beliau mendiktekan tafsir ini kepada muridnya.
Keistimewaan tafsir ini:
Pertama: Menganalisis kemukjizatan Al-Quran dari segi susunan kata (nazm) dan hubungan antar kalimat. Setiap kata dalam Al-Quran ditempatkan di posisi yang paling tepat, dan menggantinya dengan kata lain akan mengurangi keindahan dan maknanya.
Kedua: Membahas hubungan antara akhir satu ayat dengan awal ayat berikutnya. Al-Quran ibarat kalung mutiara — setiap mutiara indah sendiri, tetapi ketika dirangkai bersama, keindahannya menjadi berlipat ganda.
Ketiga: Mengungkap makna-makna tersembunyi di balik huruf dan kata Al-Quran yang tidak terlihat oleh pembacaan biasa.
Tafsir ini dimulai dari Surah Al-Fatihah dan berlanjut ke awal Surah Al-Baqarah.